

Terjemahan disediakan oleh mesin penerjemah. Jika konten terjemahan yang diberikan bertentangan dengan versi bahasa Inggris aslinya, utamakan versi bahasa Inggris.

# Membuat file konfigurasi
<a name="developing-blueprints-code-config"></a>

File konfigurasi cetak biru adalah sebuah file yang diperlukan yang menentukan titik entri skrip untuk menghasilkan alur kerja, dan parameter yang diterima cetak biru. File tersebut harus diberi nama `blueprint.cfg`.

Berikut ini adalah file konfigurasi sampel.

```
{
    "layoutGenerator": "DemoBlueprintProject.Layout.generate_layout",
    "parameterSpec" : {
           "WorkflowName" : {
                "type": "String",
                "collection": false
           },
           "WorkerType" : {
                "type": "String",
                "collection": false,
                "allowedValues": ["G1.X", "G2.X"],
                "defaultValue": "G1.X"
           },
           "Dpu" : {
                "type" : "Integer",
                "allowedValues" : [2, 4, 6],
                "defaultValue" : 2
           },
           "DynamoDBTableName": {
                "type": "String",
                "collection" : false
           },
           "ScriptLocation" : {
                "type": "String",
                "collection": false
    	}
    }
}
```

Properti `layoutGenerator` menentukan nama memenuhi syarat fungsi dalam skrip yang menghasilkan tata letak.

Properti `parameterSpec` menentukan parameter yang diterima cetak biru ini. Untuk informasi selengkapnya, lihat [Menentukan parameter cetak biru](developing-blueprints-code-parameters.md).

**penting**  
File konfigurasi Anda harus menyertakan nama alur kerja sebagai sebuah parameter cetak biru, atau Anda harus membuat nama alur kerja yang unik dalam skrip tata letak Anda.