

 Amazon Redshift tidak akan lagi mendukung pembuatan Python UDFs baru mulai Patch 198. Python yang ada UDFs akan terus berfungsi hingga 30 Juni 2026. Untuk informasi lebih lanjut, lihat [posting blog](https://aws.amazon.com/blogs/big-data/amazon-redshift-python-user-defined-functions-will-reach-end-of-support-after-june-30-2026/). 

Terjemahan disediakan oleh mesin penerjemah. Jika konten terjemahan yang diberikan bertentangan dengan versi bahasa Inggris aslinya, utamakan versi bahasa Inggris.

# ST\$1Force2D
<a name="ST_Force2D-function"></a>

ST\$1Force2D mengembalikan geometri 2D dari geometri masukan. Untuk geometri 2D, salinan input dikembalikan. Untuk geometri 3DZ, 3DM, dan 4D, ST\$1Force2d memproyeksikan geometri ke bidang XY-Cartesian. Titik kosong dalam geometri input tetap titik kosong dalam geometri keluaran.

## Sintaksis
<a name="ST_Force2D-function-syntax"></a>

```
ST_Force2D(geom)
```

## Argumen
<a name="ST_Force2D-function-arguments"></a>

 *geom*   
Nilai tipe data `GEOMETRY` atau ekspresi yang mengevaluasi `GEOMETRY` tipe. 

## Jenis pengembalian
<a name="ST_Force2D-function-return"></a>

`GEOMETRY`. 

Nilai pengidentifikasi sistem referensi spasial (SRID) dari geometri yang dikembalikan adalah nilai SRID dari geometri input. 

Jika *geom* adalah null, maka null dikembalikan. 

Jika *geom* kosong, maka geometri kosong dikembalikan. 

## Contoh
<a name="ST_Force2D-function-examples"></a>

SQL berikut mengembalikan geometri 2D dari geometri 3DZ. 

```
SELECT ST_AsEWKT(ST_Force2D(ST_GeomFromText('MULTIPOINT Z(0 1 2, EMPTY, 2 3 4, 5 6 7)')));
```

```
st_asewkt
-----------
  MULTIPOINT((0 1),EMPTY,(2 3),(5 6))
```