

 Amazon Redshift tidak akan lagi mendukung pembuatan Python UDFs baru mulai Patch 198. Python yang ada UDFs akan terus berfungsi hingga 30 Juni 2026. Untuk informasi lebih lanjut, lihat [posting blog](https://aws.amazon.com/blogs/big-data/amazon-redshift-python-user-defined-functions-will-reach-end-of-support-after-june-30-2026/). 

Terjemahan disediakan oleh mesin penerjemah. Jika konten terjemahan yang diberikan bertentangan dengan versi bahasa Inggris aslinya, utamakan versi bahasa Inggris.

# Fungsi EXP
<a name="r_EXP"></a>

Fungsi EXP mengimplementasikan fungsi eksponensial untuk ekspresi numerik, atau dasar logaritma natural,, `e` dinaikkan ke kekuatan ekspresi. Fungsi EXP adalah kebalikan dari. [Fungsi LN](r_LN.md) 

## Sintaksis
<a name="r_EXP-synopsis"></a>

```
EXP(expression)
```

## Pendapat
<a name="r_EXP-argument"></a>

 *ekspresi*   
Ekspresi harus berupa`INTEGER`,`DECIMAL`, atau tipe `DOUBLE PRECISION` data. 

## Jenis pengembalian
<a name="r_EXP-return-type"></a>

`DOUBLE PRECISION`

## Contoh
<a name="r_EXP-example"></a>

Contoh berikut menggunakan database sampel TICKIT. Untuk informasi selengkapnya, lihat [Database sampel](c_sampledb.md).

Gunakan fungsi EXP untuk memperkirakan penjualan tiket berdasarkan pola pertumbuhan berkelanjutan. Dalam contoh ini, subquery mengembalikan jumlah tiket yang terjual pada tahun 2008. Hasil itu dikalikan dengan hasil fungsi EXP, yang menentukan tingkat pertumbuhan berkelanjutan 7% selama 10 tahun. 

```
SELECT (SELECT SUM(qtysold) 
FROM sales, date
WHERE sales.dateid=date.dateid
AND year=2008) * EXP((7::FLOAT/100)*10) qty2018;

+-------------------+
|      qty2018      |
+-------------------+
| 695447.4837722216 |
+-------------------+
```